/ meracau

Ditinggal Pas Lagi Sayang-sayangnya (Part 2)

Previously on "Ditinggal Pas Lagi Sayang-sayangnya"

Terus temen aku itu, Joni (Bukan nama sebenarnya. Nama sengaja disamarkan demi menjaga privasi.) bilang. "Kamu tahu nggak kesalahan terbesar kamu selama ini?" Dia menghela nafas sebentar. Lalu melanjutkan. "Kamu ninggalin aku pas aku lagi sayang-sayangnya."

Pedih banget kan coy? Bagai diiris sembilu. Aku yakin kalau kamu yang dengar langsung pulang kampung esok harinya. Tapi waktu itu aku malah ingin ngakak. Bukan maksud bahagia di atas penderitaan orang lain. Sebenarnya, aku senang kalau teman senang, tapi kalau teman menderita, lebih senang lagi 😂😂🤣🤣. Gak gitu juga lah. Aku gak sebaik itu.

Keesokan harinya, aku ledekin aja tuh Joni (~~Eh, aku pakai nama Joni kok jadi ingat stiker "Serang dia Joni!!" ~~😂😂). Aku bilang ke Joni.

"Coy, semalem gerimis ya? Pantesan nih banyak genangan masa lalu 😂😂."

🙄 Dia cuma diem saja. Tapi akhirnya curhat deh sama aku. Di situlah ane mulai paham gimana rasanya ditinggal pas lagi sayang-sayangnya.

Sakit sih, asli sakit banget (kayaknya). Padahal, ujung dari segala hubungan adalah perpisahan. Ya nggak? Kalian harus pahami itu. Entah bagaimana caranya kita nggak tahu. So, legowo aja deh. Perbanyak ibadah. 👳

Boleh sih sedih, tapi jangan tak terhingga sepanjang masa. Mau ngalahin kasih ibu? Silahkan menangis. Tapi menangislah secara jantan (kalau pria, kalau wanita ya betina). Tapi setelah itu pikirkan lagi. Apa yang sebenarnya telah kamu tangisi itu? Pantaskah? Bangkit bro/bri (kalau cowok bro, cewek pastinya bri🤰). Lupakan yang lalu, sambut yang baru.

"Someday you’ll find that you are brighter than the star".

  • Felly

Btw, ini udah pagi, mau tidur. Eh, iya. Sebelum tidur ada bacaan menarik nih. https://farahclara.id/dear-kamu/

Tapi jangan baper ya. Abaikan foot note-nya.