Review Heartopia: Game Lucu yang Keamanannya Ngalahin Peluncur Nuklir Iran

Review Heartopia: Game Lucu yang Keamanannya Ngalahin Peluncur Nuklir Iran

Dua bulan yang lalu, saya resmi kena "brainwash". Biang keroknya salah satu teman saya yang dengan licinnya bilang kalau Heartopia itu game idaman: isinya banyak cewek, gameplay-nya sebelas dua belas sama Harvest Moon atau Animal Crossing. Sebagai laki-laki yang hobi bercocok tanam, saya langsung kena umpan. Download, install, dan mainkan.

Dari segi performa, jujur saja, HP kentang saya langsung menjerit. Jangankan mau mulus, buat lari di setting low 30 fps saja rasanya berat banget. Saya coba pindah ke iPad, eh sama saja, masih "berat" juga. Masih ada gejala jitter, lag, sampai framedrop di setting medium 60 fps. Bonusnya? iPad saya jadi panas kayak knalpot motor resing.

"Kalau ngomongin animasi dan graphic design, ini game jempolan sih. Gambarnya lucu abis dan animasinya unik parah."

Mulai dari interaksi tos, gandengan, pelukan, elus-elus kepala, sampai senggol-senggol genit. Pokoknya interaksinya bikin senyum-senyum sendiri. Siap-siap saja baper kalau nggak kuat mental. Wkwkwkwk.

Culture Shock di Dunia Cozy

Awal-awal main, saya sempat "culture shock". Maklum, terbiasa main game kompetitif yang isinya baku hantam, tiba-tiba masuk ke dunia cozy begini malah bikin linglung. Bingung mau ngerjain misi atau mau jalan-jalan saja. Ujung-ujungnya saya cuma puter-puter nggak jelas sambil nontonin orang bangun rumah, ngegosip, atau ngerumpi. Ternyata ngerumpi di game seseru itu ya?

Aktivitas utamanya sendiri dibagi ke beberapa hobi. Ada memancing, berkebun, memasak, mengamati burung, tangkap serangga, ngerawat kucing dan anjing.

Kebanyakan pemain biasanya fokus di berkebun dan memasak, lalu hasil masakannya dijual buat beli plot tanah, fashion, atau furniture demi membangun "rumah" impian. Semacam simulasi jadi bapak-bapak/ibu-ibu rumah tangga yang ambisius lah.

Keluhan Teknis dan "Nasib" Author

Sayangnya, saya merasa game ini terlalu "Mobile Centric". Untuk di PC, Game ini hanya tersedia di OS Windows. Tidak tersedia secara official untuk MacOS atau Linux. Navigasi di PC menurut saya kurang flawless. Mana nggak support gamepad pula. Padahal hobi sculpting itu butuh kontrol dua arah yang presisi banget. Sangat disayangkan.

Untuk urusan main piano di PC, sebenarnya sudah lumayan oke. Support 3 oktaf dan full note (termasuk half note). Cuma sedihnya, kita nggak bisa custom keys-nya. Untuk MIDI input sendiri saya belum coba apakah bisa berjalan atau nggak.

Oiya, di "Hato" (sebutan akrab pemain buat Heartopia) kita juga bisa nulis buku atau ngaransemen musik buat dijual. Tapi ya itu, nasib author atau composer di sini rada miris; nggak ada bayaran sama sekali.

Ngomongin Gacha, siap-siap saja dompet kalian "jebol". Kalau kalian tipe yang ngejar koleksi furniture lengkap, mending pikir-pikir lagi. Kalau kata saya mah, daripada uangnya habis buat gacha furniture virtual, mending ke IKEA beneran saja sekalian, dapet barang yang bisa didudukin beneran.

Keamanan Super Duper Lebay

Terus ada satu hal yang bikin saya emosi. Game-nya boleh aja kelihatan cozy dan unyu, tapi sistem keamanannya? Buset, udah kayak aplikasi peluncur rudal nuklir Iran! Dikit-dikit suspend gara-gara dianggap pakai script atau cheat. Saya sudah kena suspend dua kali (masing-masing 3 hari) padahal cuma main pakai PlayCover di MacOS.

suspend pertama
suspend kedua

Bayangkan, Wuthering Waves saja lancar jaya saya mainin pakai PlayCover tanpa kena ban, eh ini game yang isinya cuma ngobrol dan bribik-bribik manja malah galaknya minta ampun. Aneh bin ajaib.

Satu lagi yang bikin "luar nurul": pemainnya. Tadinya saya pikir ini game bakal penuh sama bocil-bocil kayak di Roblox, eh ternyata isinya kebanyakan orang tua alias 30+. Agak di luar prediksi ya, game seimut ini ternyata pasarnya orang dewasa yang butuh healing dari kerasnya dunia nyata.

Terakhir, di balik keimutannya, game ini penuh dengan drama nggak jelas. Pesan saya cuma satu: kalau kamu gampang baperan, mending jangan main dulu deh. Atau kalau mau main, anggap saja setiap kata yang dilontarkan orang lain itu cuma bercanda. Responlah dengan tertawa, bukan malah jatuh cinta.

"Hati-hati ya, jangan sampai niatnya healing malah berujung pening!"